Mbah Surip ‘Tak Gendong’ Meninggal Dunia Agustus 4, 2009
Posted by gerakanbangkitindonesia in Indonesia.Tags: Bangun Lagi, Mbah Surip, Tak Gendong, Tidur Lagi, Tidur Lagti, Tidur Selamanya
add a comment
Jakarta – Penyanyi fenomenal Mbah Surip meninggal dunia, Selasa (4/8/2009) pukul 10.30 WIB. Penyanyi ‘Tak Gendong’ itu sempat dilarikan ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur. “Iya benar tadi meninggal pukul 10.30 WIB,” kata Mega, petugas pendaftaran RS Pusdikkes saat dikonfirmasi detikcom. Mbah Surip memiliki nama asli Urip Ariyanto. Menurut KTP, dia lahir pada 1963. Mbah Surip mendulang uang miliaran rupiah dari ring back tone (RBT) ‘Tak Gendong’. Penyanyi bergaya Bob Marley yang terkenal dengan ‘I Love You Full’ ini berencana membuat album Ramadan tak lama lagi. Dia juga berniat menggandeng Manohara untuk berduet. Tak gendong ke mana-mana… Selamat jalan, Mbah Surip….
Sumber disini
Bisa juga disini
Atau disini
Mungkin disini
Atlantis adalah Indonesia??? Maret 16, 2009
Posted by gerakanbangkitindonesia in Indonesia.Tags: Atlantis, Indonesia, Pemilu
2 comments
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
http://misteridunia.wordpress.com/2008/10/07/atlantis-di-indonesia/
8 Etika Kampanye Januari 21, 2009
Posted by gerakanbangkitindonesia in Indonesia.Tags: Kampanye
add a comment
Setelah lama-lama memecahkan permasalahan yang ada dalam komunitas aq, aq pun iseng-iseng untuk jalan-jalan bersama Paman Google. Setelah cukup lama berjalan dengan Paman Google akhirnya saya menemukan suatu file mengenai Etika kampanye yang mengatur pelaksanaan kampanye salah satu Partai Islam atau Partai Dakwah di Indonesia. Setelah dibaca dengan seksama, aq sungguh terkesima bahkan meneteskan air mata karena membayangkan apabila semua Partai melakukan kampanye sesuai dengan etika yang dilakukan oleh Partai tersebut.
Pantas saja setiap Partai tersebut melaksanakan aksi atau kampanye tidak ada yang merasakan kerugian ataupun menderita, yang ada hanyalah kesenangan, ketenangan dan pastinya keuntungan bagi pedagang-pedangan kecil yang berada disetiap tempat aksi atau kampanye yang dilakukan oleh Partai tersebut.
Aq hanya berharap dan berdo’a kepada Allah SWT agar memberikan petunjuk kepada kami agar dapat menjalankan sesuatu hal dengan sebaik-baiknya tanpa merugikan orang lain dan dapat membuat perubahan bagi negeri yang sangat besar ini menuju negeri yang adil, makmur, sejahtera, serta beriman dan bertaqwa kepada sang pencipta.
Dibawah ini merupakan 8 Etika Kampanye salah satu Partai Politik di Indonesia dengan nomor : 23/B/K/DSP-PKS/1429 yang ditanda tangani oleh KH. DR. SURAHMAN HIDAYAT, MA. Semoga kita semua dapat membuat sesuatu hal yang terbaik bagi negeri kita ini, Indonesia. Aq berharap setelah membaca 8 Etika Kampanye ini, kita dapat bangkit bersama karena negeri ini membutuhkan kita semua untuk bangkit.
Selamat membaca!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
=========================================
Bagi Partai Keadilan Sejahtera, yang mengikrarkan dirinya sebagai Partai Dakwah, berkampanye harus sesuai dengan adab-adab Islam, di antaranya:
1. Ikhlash (Keikhlasan)
Ikhlas dan Membebaskan Diri dari Motivasi yang Salah dan Rendah. Kampanye dalam Islam merupakan bagian dari amal shaleh dan ibadah, maka dari itu perlu diperhatikan keikhlasan niat dan ketulusan motivasi setiap hati nurani para penyelenggara, peserta terutama da’i dan juru kampanye. Agar kampanye yang dilakukan tidak hanya berdampak pada masalah-masalah keduniaan, tetapi juga mendapat keridhaan dan keberkahan.
Pada saat kampanye, faktor-faktor yang merusak keikhlasan harus dijauhi. Arogansi atau kesombongan yang disebabkan oleh banyaknya pengikut atau kelebihan lain, juga harus dihindari. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Anfal 47, artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan”.
2. Tha’ah (Keta’atan)
Ta’at dan Komitmen kepada Seluruh Aturan Allah, Perundangan yang Berlaku, dan Arahan Partai. Pada saat kampanye, terkadang larut dalam berbagai acara dan pembicaraan yang membuat lupa atau mengabaikan keta’atan kepada Allah, seperti kewajiban shalat. Bagi seorang musli m, saat berkampanye jangan sampai mengabaikan keta’atan kepada Allah apalagi sampai kepada tingkat melalaikan diri dan orang lain dari jalan Allah. Demikian halnya dengan keta’atan kepada aturan yang berlaku, dan arahan partai yang berkenaan dengan kampanye sebagai bentuk ketaatan kepada ulil amri, hendaknya diperhatikan.
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari
seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman, 6)
3. Uswah (Keteladanan)
Menampilkan dan Menyampaikan Program-program Partai dengan Cara dan Keteladanan yang Terbaik (Ihsan) Di antara etika kampanye yang terbaik dan simpatik adalah mengedepankan keunggulan partai yang bersangkutan, tanpa perlu menjelekkan dan mengejek orang, partai atau golongan lain seperti black campaign. Partai yang baik dan program yang bagus juga harus disampaikan dengan cara yang bagus dan profesional. Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat sebaik-baiknya (ihsan) dalam segala sesuatu” (HR. Muslim).
Di antara kampanye yang efektif adalah dengan cara memberi keteladanan yang terbaik. Bahasa perilaku sering lebih efektif daripada bahasa lisan. Kampanye adalah memikat dan menarik simpati orang. Rasulullah saw. bersabda:
“Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna akhlaknya” (HR. Abu Dawd, At Tirmidzi, Ahmad)
4. Shidq (Kejujuran)
Jujur, Tidak Berdusta/Berbohong atau Mengumbar Janji. Kejujuran merupakan salah satu kunci sukses berkomunikasi politik. Berbagai kebaikan akan menyertai kapan, dimana, dan siapa saja yang komitmen dengan kejujuran. Kampanye tidak boleh menghalalkan segala cara. Tujuan luhur tidak boleh dirusak oleh cara yang kotor. Berbohong adalah perbuatan terlarang dalam Islam, apalagi yang dibohongi itu orang banyak, sudah tentu bahayanya lebih berat. Berbohong adalah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Rasulullah SAW. besabda:
“Berpeganglah kamu dengan kejujuran, karena jujur itu menujukkan (jalan) kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan (jalan) ke sorga. Dan seseorang yang senantiasa jujur dan selalu menjaga kejujuran sampai dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan janganlah kamu berdusta, karena dusta mengantarkan pada kemaksiatan (kecurangan) dan kemaksiatan (kecurangan) itu mengantarkan ke neraka. Dan seseorang yang senantiasa berdusta dan terus melakukan dusta sampai dicatat disisi Allah sebagai pendusta” (HR. Muslim).
Kondisi yang tidak terkendali, juga bisa mengakibatkan seseorang larut dalam perilaku dan orasi yang cenderung mengumbar janji muluk yang tidak mungkin dilaksanakan. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang da’i/ juru kampanye. Janji pasti akan dipertanggung-jawabkan di Akhirat. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Israa’:34, artinya: “Dan penuhilah janji sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya”.
5. Ukhuwwah (Persaudaraan)
Tetap Menjaga Ukhuwah (Peraudaraan), Tidak Ghibah, Caci Maki, dan Cemooh. Kampanye bukanlah arena untuk memuaskan selera dan hawa nafsu. Perkataan yang diucapkan dan sikap yang ditampilkan harus senantiasa mencerminkan rasa ukhuwah Islamiyah. Tidak boleh berprasangka buruk apalagi melontarkan tuduhan-tuduhan yang tidak beralasan, karena hal itu akan menimbulkan kerenggangan dan perseteruan yang mengganggu ukhuwah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hujuraat 10, artinya:
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Janganlah saling hasad, saling membuka aib, saling benci, saling berpaling, dan janganlah kalian menjual dagangan saudaramu, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Muslim dengan sesamanya adalah saudara, tidak saling menzhalimi, saling menghina, meremehkan. Takwa letaknya ada disini (Rasulullah SAW menunjuk pada dadanya 3x ). Seorang sudah cukup dianggap jahat jika menghina saudaranya. Setiap muslim dengan sesamanya adalah haram; darah, harta dan kehormatannya”(HR. Muslim).
Dalam kampanye juga tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang melukai harga diri dan martabat seseorang atau lembaga yang dihormati oleh Syari’at. Allah SWT berfirman di surat Al Hujuraat 11 dan 12, artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Mencaci maki seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya suatu kekafiran.” (Muttafaqun ‘alaihi).
6. Tarbawy (Edukatif)
Komitmen dengan Nilai-Nilai Edukatif, Persuasif dan Tidak Memaksa atau Mengancam/Mengintimidasi, Tertib dan Tidak Menggangu, dan Menghindari Acara yang Kurang Bermoral. Kampanye adalah salah satu sarana pendidikan politik yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kesantunan, di samping sebagai sarana da’wah yang memiliki makna mengajak dengan cara persuasif, tidak memaksa atau mengintimidasi. Dalam kampanye tidak boleh memaksa dan memaksakan kehendak kepada orang lain. Termasuk mempengaruhi dan mempolitisir supaya menerima dan memberikan hak pilihnya kepada partai tertentu dengan berbagai cara yang bersifat memaksa atau terpaksa, seperti dengan cara politik uang. Dengan demikian, kampanye edukatif ini menuntut setiap partai dan juru kampanye/da’i agar lebih inovatif, kreatif, dan proaktif.
Massa pemilih mempunyai hak dan kebebasan memilih suatu partai sesuai dengan pilihan hati nurani. Sebagaimana dalam memeluk agama, manusia diberikan hak untuk beragama sesuai keyakinannya, apalagi dalam hal berpartai. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Baqaarah: 256, artinya:” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat”.
Saat kampanye, juga harus diperhatikan hak orang lain terutama hak jalan. Jika kampanye menggunakan cara pengerahan masa dan sejenisnya, maka harus dilakukan secara tertib dan terkendali. Hak pengguna jalan harus diberikan dan dilarang merusak atribut partai lain.
Rasulullah SAW.bersabda:
“Jauhi oleh kamu duduk di (pinggir) jalan. Mereka berkata: Wahai Rasululah, kami tidak bisa menghindari duduk (di pinggir jalan) (saat) kami (perlu) bercerita. Maka Rasulullah SAW bersabada (lagi): Jika kamu sekalian enggan (dan tetap harus duduk di) majelis (tersebut), maka berikanlah hak jalan. Mereka berkata: Apakah hak jalan itu? Beliau bersabda: menjaga pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam, dan ama ma’ruf serta nahyi munkar.” (HR. Muslim)
Rasulullah SAW.bersabda: Artinya: “Janganlah menimbulkan kerusakan pada diri sendiri dan orang lain” (HR, Malik, Ibnu Majah, Ahmad, dan ad-Daruqutni).
Demikian pula dengan acara atau hiburan yang tidak mendidik bahkan cenderung tidak moral. Karenanya harus dihindari hiburan yang menampilkan unsur pornografi-pornoaksi dan hal-hal yang dilarang oleh agama, aturan maupun adat. Rasulullah saw. Bersabda:
“Dan seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang Allah larang”. (HR. Bukhari)
7. Tawadlu’ (Rendah Hati)
Rendah Hati, Tidak Menyombongkan Diri, dan Tidak Mudah Menuduh Orang Lain. Akhlak Islam mengharuskan agar suatu partai tidak menganggap dirinya paling baik apalagi paling benar, misalkan anggapan partainyalah yang paling Islami, sedang orang lain dan partai lain tidak ada yang benar. Juga tidak mudah menuduh kalangan lain melakukan suatu kesesatan atau perbuatan bid’ah. Cara ini bukan cara yang Islami. Menyampaikan keunggulan sendiri boleh saja, tetapi tidak harus mengklaim apalagi menyombongkan diri sebagai yang terbaik atau paling Islami.
Mengakui keterbatasan diri sebagai manusia dan keterbatasan partai sebagai kumpulan
komunitas manusia adalah bagian dari sifat rendah hati yang disukai siapapun. Selanjutnya menggantungkan rencana dan program pada Allah SWT. Tujuan berpolitik dalam Islam tidak lain adalah mencari ridha-Nya. Allah SWT. berfirman di surat An Najm 32, artinya: “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa”.
Rasulullah saw. Bersabda :
‘Barangsiapa yang rendah hati untuk Allah satu derajat, niscaya Allah mengangkatnya satu derajat sampai menjadikannya di kalangan orang-orang tertinggi, dan siapa saja yang menyombongkan diri terhadap Allah satu derajat, maka Allah akan menurunkannya satu derajat sampai menjadikannya di kalangan orang-orang paling rendah.’ (HR. Ahmad).
8. Ishlah (Perbaikan)
Memberikan Nilai Kemaslahatan, Solusi, dan Perbaikan bagi Seluruh Bangsa. Kampanye hendaknya dapat memberi kemaslahatan bagi bangsa baik material maupun spiritual, dan menghindari kampanye yang tidak berguna, sia-sia, apalagi menimbulkan dosa. Dalam hal pembuatan spanduk, stiker, atau perangkat kampanye lain, juga harus memuat pesan yang baik bagi masyarakat. Rasulullah SAW. bersabda, artinya: “Di antara kebaikan Islam seseorang, (dia) meninggalkan apa-apa yang tidak berguna” (HR. Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Kampanye yang mengarah langsung pada problem solving (pemecahan masalah) yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, seperti menggagas penyelamatan bangsa, shilaturrahim, aksi-aksi kepedulian sosial, advokasi, penyuluhan hukum, dan ceramah agama, lebih baik dari hanya sekedar slogan kosong. Rasulullah SAW. Bersabda: “Wahai manusia sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah hubungan silaturahim, dan shalat malamlah ketika manusia tidur, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, dan Hakim dalam Mustadrak-nya mengatakan shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim).
Inilah beberapa adab kampanye yang perlu diperhatikan, mudah-mudahan dapat berguna bagi Partai Keadilan Sejahtera dan partai lainnya. Sehingga ketertiban dan keamanan saat kampanye dapat terwujud, korban jiwa dapat dihindari, dan upaya mempercepat tumbuhnya iklim demokrasi yang beradab dan bermartabat di Indonesia menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur akan terjamin dan segera terealisasi.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Seandainya saja partai-partai yang ada di Indonesia ini mempunyai etika kampanye seperti yang dilakukan oleh Partai yang diatas, maka dapat kita bayangkan bahwa terciptanya suatu basis kerumunan yang sopan, beradab, dan yang pastinya selalu ingat sama sang pencipta yaitu Allah SWT sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Kalau anda ingin kembali ke alamat semula silahkan klik di Mari Bersama kita Bangkit karena negeri ini membutuhkan kita semua dan percayalah bahwa harapan itu masih ada, Allahu Akbar.
+++++++++++++++++++++++++++++++++
8 Alasan memilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Januari 19, 2009
Posted by gerakanbangkitindonesia in Indonesia.Tags: PKS
add a comment
1. Bersih
Sampai saat ini, anggota Legislatif dari PKS terkenal bersih, tidak pernah terlibat kasus korupsi. Bahkan PKS adalah pelopor pengembalian uang rakyat, tercatat sudah 33 miliar dana yang sudah dikembalikan PKS ke Negara
2. Peduli
Sudah bukan rahasia lagi jika PKS selalu terdepan dalam program pelayanan masyarakat, diantaranya : Program pelayanan kesehatan gratis, pos wanita keadilan, posko penanggulangan bencana (P2B) yang sudah teruji ketika Tsunami di Aceh, banjir di jakarta dan Palembang, gempa di Bengkulu dan DIY.
3. Profesional
PKS memiliki lebih dari 300 orang kader yang berpredikat DOKTOR dengan spesialisasi bidang masing-masing yang siap membangun bangsa ini menjadi lebih baik.
4. Religius
Sejak awal PKS memproklamirkan diri sebagai Partai Dakwah yang membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini juga bias dilihat dari kehidupan sehari-hari para kadernya yang taat beragama.
5. Nasionalis
Sebagai bukti kecintaan terhadap bangsa ini, PKS menjadi pelopor penolakan penjualan asset-aset Negara, gerakan anti korupsi, dan terakhir adalah upaya PKS melakukan rekonsiliasi nasional.
6. Terbukti dan teruji
Dari 1.112 orang anggota legislative dari PKS sudah terbukti dan teruji anti korupsi dan tidak mempan disuap. Sedangkan para menterinya mempunyai banyak prestasi, yaitu : Bpk. Adhiyaksa Dault, SH, M.Si (Menpora) yang berhasil mengangkat prestasi olahraga Indonesia dengan program Atlet berprestasinya, Bpk. DR. Ir. Anton Apriyantono, MS (Menteri Pertanian) yang berhasil meningkatkan produksi pertanian nasional sehingga kita bisa berswasembada beras lagi. Serta Bpk. HM. Yusuf Asyhari (Menteri Perumahan Rakyat) yang berhasil dengan program rusunwa (Rumah susun sewa) dan program KPR.
7. Pro Rakyat
Sampai saat ini, PKS selalu berinisiatif untuk menghasilkan peraturan yang berpihak kepada rakyat. Baik yang dilakukan oleh anggota legislatifnya maupun para kader yang menjabat sebagai menteri.
8. Terbuka
PKS terbuka untuk semua kalangan masyarakat tanpa membedakan suku, ras, dan agama.
DO’AKAN AGAR PKS MAKIN BERSIH, TETAP PEDULI RAKYAT, DAN LEBIH PROFESSIONAL DALAM BEKERJA.
Coba Kita Renungkan Desember 15, 2008
Posted by gerakanbangkitindonesia in Indonesia.Tags: bangkit
2 comments
Masa muda merupakan masa yang sangat indah dimana pada masa tersebut terjadinya proses pencarian jati diri pemuda. Jati diri yang akan mereka bawa nanti sampai mereka meninggal dunia. Alangkah bahagianya pemuda yang mendapatkan jati diri sesuai dengan jalan lurus yang telah digariskan oleh ilahi, dimana mereka telah memberikan keuntungan kepada mereka sendiri juga tentunya bagi orang tua mereka dan lingkungan mereka. Akan tetapi alangkah merananya pemuda yang menemukan jati diri mereka dijalan yang tidak diridhoi ilahi. Mereka akan mendapatkan kerugian yang sangat besar bukan bagi dirinya sendiri tetapi orang lain juga akan mendapatkan kerugian.
Proses pencarian jati diri tersebut sangatlah rumit. Oleh karena itu kita sebagai orang yang berperan serta sebagai masyarakat marilah kita menjadi contoh oleh generasi muda agar mereka mendapatkan jati diri yang diridhoi oleh ilahi. Tetapi, jika lingkungan tidak mau berperan serta dalam pembangunan jati diri generasi muda agar mereka mendapatkan jati diri yang baik maka sungguh sangat kasihan para generasi muda itu.
Ada beberapa contoh yang mungkin bisa kita ambil maknanya tentang tidak pedulinya masyarakat terhadap pencarian jati diri generasi muda. Mari kita ambil contoh tentang pergaulan mereka yang semakin hari semakin bebas tanpa ada kontrol dari masyarakat. Beberapa hari yang lalu atau mungkin setiap hari saya menyaksikan di depan mata sendiri melihat betapa banyaknya generasi muda yang berpelukan, bergandengan, dan semacamnya yang tentunya belum pantas mereka lakukan.
Masyarakat dilingkungan saya tersebut hanya diam saja. Mereka berkata untuk apa kita mengurusi orang mereka toh mereka juga santai-santai saja tanpa ada rasa malu. Mendengar perkataan tersebut hati saya sungguh bergetar. Bagaimana tidak, masyarakat yang berfungsi sebagai pengawas generasi muda selain orang tua membiarkan mereka begitu saja melakukan hal-hal yang demikian.
Dalam hati saya berkata, bagaimana jika yang melakukan hal-hal tersebut adalah anak mereka. Apa yang mereka rasakan jika anak mereka dibiarkan oleh masyarakat untuk melakukan perbuatan yang sangat-sangat tercela tersebut?
Wahai pembaca sekalian, semua itu sebenarnya dimulai dari yang namanya pacaran. Mereka menganggap dengan pacaran mereka telah bebas melakukan sesuatu tanpa perlu malu lagi. Sungguh suatu pernyataan yang salah kalau hal tersebut yang mereka banggakan.
Pacaran tidak mempunyai kekuatan dimata hukum. Pacaran hanya tameng yang dibuat untuk melegalkan perbuatan-perbuatan tercela. Coba kita pikirkan secara jernih tanpa adanya campur tangan dari emosi. Apa sebenarnya manfaat kita pacaran. Sungguh kita pasti mendapatkan sesuatu pelajaran yang bermakna karena kita telah melakukan perbuatan yang sia-sia dan tentunya sangat dimurkai oleh Ilahi Robbi.
Pacaran dikatakan sia-sia karena setiap hari kita disibukkan untuk mengingat pacar kita, menelpon pacar kita, dan hal-hal lain yang sesungguhnya mereka yang pernah pacaranlah yang mengetahui.
Pacaran juga sangat dimurkai oleh Ilahi Robbi karena pacaran bisa dipastikan akan melakukan perbuatan yang dilarang oleh Ilahi Robbi seperti gandengan, pelukan, ciuman, petting, bahkan yang lebih membahayakan lagi adalah mereka telah melakukan hubungan layaknya suami istri padahal mereka belum sah statusnya baik itu hukum Negara ataupun hukum agama.
Sebenarnya pacaran itu tidak ada yang berlandaskan cinta yang hakiki. Cinta yang ada hanyalah cinta palsu yang didalamnya terdapat nafsu. Saya mengatakan demikian karena sebagian teman-teman baik itu didunia nyata ataupun didunia maya menyatakan bahwa pacaran itu enak loh. Kita bisa gandengan, pelukan, ciuman, atau bahkan ML gratis. Hal tersebut juga dikuatkan dengan pernyataan seseorang bahwa daripada kita membuang-buangkan uang untuk membayar kupu-kupu malam, lebih baik kita mencari pacar terus kita gituin, lebih jelas tidak mungkin terkena penyakit.
Mendengar pernyataan tersebut saya sangat marah sekali. Sebagai laki-laki, saya tidak mau kalau wanita hanya dijadikan budak nafsu seperti itu. Tetapi, mereka mengatakan bahwa yang namanya pacaran pasti melakukan hal-hal seperti itu. Mana ada orang yang pacaran tidak melakukan hal-hal yang seperti itu.
Saya pun membantah pernyataan mereka. Saya bilang bahwa masih banyak cewek-cewek yang tidak mau melakukan hal tersebut walaupun mereka pacaran. Tapi apa jawaban dari mereka, mereka mengatakan bahwa cewek-cewek yang pacaran juga memerlukan hal tersebut tetapi untuk cewek-cewek yang seperti itu harus lebih kerja keras lagi untuk mendapatkannya pertama kali. Selanjutnya kalau sudah dapat sekali maka cewek-cewek tersebut yang akan mengejar-ngejar pacarnya tersebut untuk minta lagi.
Saya begitu terpukulnya mendengar komentar dari teman itu. Tapi hal tersebut tidak saya pungkiri karena memang kenyataannya demikian. Bahkan survei terbaru berdasarkan situs liputan 6.com mengatakan bahwa sekitar 62,7% generasi muda sudah tidak perawan lagi.
Setelah mendengar cerita teman-teman dan juga membaca survei tersebut tanpa tersadar air hangat jatuh menimpa pipi. Apakah sudah separah ini pergaulan generasi muda Indonesia yang mayoritas orang muslim. Apakah mereka tidak memikirkan betapa sulitnya seorang Ibu membesarkan mereka dengan tetesan airmata dan juga tentunya tetesan keringat.
Wahai temanku sesame generasi muda, mari kita sadar bahwa pacaran itu lebih besar mengajak kita kepada kerusakan daripada kepada kebenaran. Ingatlah bahwa Ibu kita dirumah mengharapkan kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. Anak yang dapat menolong mereka nanti ketika mereka telah meninggal dunia.
Kalau kita tidak menjadi anak yang sholeh dan sholeha terus siapa yang akan mereka harapakan, apakah kita tega melihat orang tua kita yang telah bersusah payah membesarkan kita merintih dan menangis dialam kubur tanpa ada yang akan memberikan mereka do’a.
Melalui kesempatan ini saya mengajak teman-teman untuk merenung sebentar bahwa jodoh tidak akan kemana-mana. Kalau kita belum siap untuk menikah untuk apa kita pacaran, kalaupun kita sudah siap menikah buat apa lama-lama pacaran. Percayalah bahwa seorang laki-laki tidak akan menjadikan istrinya dari seorang pacar yang telah diapa-apainnya. Percayalah.
Tidak ada kata terlambat untuk kita kembali kepada Ilahi Robbi. Ilahi Robbi maha menerima permohonan ampun dari hambanya. Jangan beranggapan bahwa lebih baik masa muda diisi dengan hura-hura dan berbuat maksiat. Mulai saat ini mari kita isi masa muda dengan kegiatan yang dapat mendekatkan diri kearah surga.
Tidak benar bahwa orang yang jomblo atau yang tidak punya pacar tidak akan mendapatkan suami atau isteri. Percayalah bahwa setiap kita ini diciptakan berpasang-pasang. Oleh karena itu mari kita menjadi lebih baik agar kita mendapatkan pasangan yang baik pula.
Terakhir marilah kita sebagai orang tua, masyarakat, dan lingkungan menciptakan suasana yang mendukung terciptanya jati diri generasi muda yang positif yang dapat memperkuat moral dan taqwa generasi muda kita. Sehingga nanti kita lihat negeri Indonesia ini maju serta berkembang dengan diiringi dengan moralitas yang sangat tinggi. Tidak seperti bangsa lain, walaupun mereka maju tapi tingkat moralitas mereka rendah.
Sekedar informasi saja, silahakan pembaca Tanya sama paman google apa manfaat dan kerugian pacaran, ghowzul fikri, dan ta’aruf. Semoga setelah membaca hal-hal yang saya sebutkan tadi kita menjadi sadar bahwa apa yang kita lakukan selama ini salah dan masih ada waktu untuk kita kembali kejalan yang benar menuju pribadi yang memiliki tinggat intelektual dan moralitas yang sangat tinggi sehingga kita beda dengan Negara-negara lain.
Bangkilah Generasi Muda, Karena Harapan itu masih ada.




